Menjadi
engineer itu sebuah pilihan.
Engineer merupakan salah satu dari sekian banyak profesi di dunia ini. Akan tetapi, mengapa
engineer? Ada 2 jawaban untuk menjawab pertanyaan ini. Untuk jawaban klise adalah karena sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni. Untuk jawaban
prestige adalah karena engineer merupakan
passion.
Dalam tulisan ini, saya akan membahas seandal apakah anda sebagai seorang
engineer. Selain faktor teknis, seperti tingkat pendidikan, level
expertise, sampai banyaknya sertifikasi teknis yang dimiliki, kehandalan seorang
engineer dapat diukur dari faktor non-teknis. Berikut ini faktor-faktor non-teknis yang saya jadikan acuan untuk menilai
engineer:
Keluhan muncul akibat banyak faktor. Baik itu karena kesalahan manusia (
human error), kerusakan sistem, ataupun kecelakan (sengaja atau tidak). Intinya, keluhan muncul akibat adanya perbuatan (aksi). Dengan melihat cara seseorang
engineer menghadapi keluhan, kita dapat menilai mereka. Keluhan akan selalu muncul, dan celakanya banyak keluhan muncul ketika
engineer tidak siap. Tentu saja,
engineer yang baik akan mampu menghadapi keluhan yang datang setiap saat.
Tekanan merupakan ekstensi dari keluhan. Keluhan yang datang dari pelanggan bisa menjadi tekanan bila belum dapat diselesaikan. Tekanan biasanya muncul dari 2 arah, yaitu tekanan dari luar dan tekanan dari dalam. Keduanya sama beratnya. Tekanan dari luar berasal dari pelanggan. Pelanggan adalah raja dan kebutuhan raja harus selalu dipenuhi. Dia tidak mau tahu bagaimana caranya, yang terpenting kebutuhan itu terpenuhi. Tekanan dari dalam berasal dari perusahaan dan nama baik
engineer. Kalau gagal, nama perusahaan akan tercoreng dan nama
engineer akan buruk. Ini sangat tendensius karena dengan kata lain gagal itu bukan sebuah pilihan.
Batas akhir adalah musuh setiap
engineer. Serajin apapun seorang
engineer, suatu saat akan menemui
deadline.
Deadline tidak untuk dihindari, tetapi untuk dikerjakan. Bagi
engineer yang handal,
deadline bukan momok tetapi merupakan salah satu cara untuk berkreasi. Hal ini karena biasanya
deadline membuat
engineer berpikir di luar kotak (
thingking out of the box) untuk menyelesaikan sebuah masalah. Sikap ini hanya dimiliki oleh seorang
engineer andal.
Ketiga faktor di atas tidak bisa didapatkan dari bangku-bangku sekolah maupun tempat-tempat
training. Faktor-faktor ini hanya ada di dunia industri. Jadi, dengan masuk ke dunia industri dan merasakan faktor-faktor di atas, ke-
engineer-an anda dapat teruji.
Apakah anda termasuk engineer yang andal?
Salam,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar